PEMECAHAN REKOR MURI MENARI REMO MASSAL 65.000 SISWA YANG DIIKUTI OLEH SISWA SMP NEGERI 45 SURABAYA

 

Selamat siang teman-teman…

Lama yaa sudah tidak memberi kabar untuk kalian..

Kangen nggak niihhh đŸ˜€

Pasti kangen dong hehe.

Kali ini ada kabar heboh untuk kita semua, apa ituu????

Yupss, benar sekali kapan hari ada kegiatan yang membuat heboh se-Surabaya, yaitu Pemecahan Rekor MURI untuk tari remo massal sebanyak 65.000 yang diikuti oleh siswa SD dan SMP se-Surabaya.

Acara tersebut diadakan pada Hari Minggu tanggal 18 Desember 2022 kemarin yang berpusat di Jembatan Suroboyo Kenjeran. Selain di Jembatan Suroboyo, kegiatan tersebut juga digelar di sejumlah tempat bersejarah lainnya yakni Jembatan Merah, Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, Jembatan Sawunggaling, Halaman Balai Kota, Alun-Alun Balai Pemuda Surabaya, Taman Bungkul, Taman Apsari, Taman 10 Nopember, dan halaman SD-SMP se-Surabaya.

Dispendik Kota Surabaya telah memberikan surat edaran kepada seluruh SD-SMP di wilayah setempat yang berisi teknis pelaksanaan Tari Remo Massal. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa pelaksanaan Tari Remo Massal untuk para pelajar sifatnya imbauan dan tidak wajib. Mereka memakai atasan putih, bawahan hitam, hasduk yang dipakai sebagai udeng, selendang, dan gongseng, dan tidak mewajibkan memakai riasan.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menilai Tari Remo massal itu menjadi bagian dari pembentukan karakter para peserta didik. “Ini juga menjadi salah satu upaya sebagai pembentukan karakter anak-anak. Bagaimana mereka bisa menghargai seni dan budaya, sekaligus melatih motorik anak,” ujar Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh.

Nah SMP Negeri 45 Surabaya mendapat bagian 600 siswa untuk mewakili Tari Remo Massal tersebut. Selama kurang lebih seminggu teman-teman kita ini latihan tari remo, dari seluruh kelas 7, dan perwakilan kelas 8 dan 9. Tidak mudah sebenarnya, apalagi dengan waktu yang singkat dan siswa sebanyak itu harus latihan. Sebelum menjelang hari H-1 kita mengadakan gladi bersih dari pukul 14.00 sampai pukul 17.00, sedihnya ada perubahan rencana, rencana awal yang seharusnya 600 siswa bisa menari di Jembatan Suroboyo harus di ubah menjadi hanya 200 siswa saja dan yang 400 siswa harus menari di Halaman SMP Negeri 45 Surabaya, untung saja teman-teman kita ini hebat-hebat, mereka tetap semangat menari meskipun cuaca tanggal 18 Desember 2022 sangat terik. Tentu dengan kerja keras, semangat, dan dukungan dari guru-guru, Kepala Sekolah, Orang Tua, dan teman-teman yang lain alhamdulillah acara berjalan sangat lancar.

Terimakasih yaa untuk yang sudah mewakili menari remo massal kemarin, kalian hebat, terimakasih atas usaha, semangat, dan kerja keras kalian, SPENNEMA WANI!!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *