Sekolah Kebangsaan “Tragedi Gugurnya MALLABY di Jembatan Merah”

Did you know who is he? heheh tumben ya mimin pake bahasa inggris. Jadi sobat, let me tell you who Mallaby is… Check this out 🙂 

Dilansir dari wikipedia.org Aubertin Walter Sothern (A.W.S.) Mallaby atau juga dikenal dengan Brigadir Jenderal Mallaby (lahir di Britania Raya12 Desember 1899 – meninggal di SurabayaIndonesia30 Oktober 1945 pada umur 45 tahun) adalah brigadir jenderal Britania yang tewas dalam peristiwa baku tembak 30 Oktober di Surabaya dan memicu keluarnya ultimatum Inggris dan meledaknya Pertempuran 10 November. Brigadir Jenderal Mallaby adalah komandan Brigade 49 Divisi India dengan kekuatan ± 6.000 pasukan yang merupakan bagian dari Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI), pasukan Sekutu yang dikirim ke Indonesia setelah selesainya Perang Dunia II untuk melucuti persenjataan tentara Jepang, membebaskan tawanan perang Jepang, dan mengembalikan Indonesia kembali menjadi Hindia Belanda kekuasaan Belanda di bawah administrasi NICA (Netherlands Indies Civil Administration).

                  

Dari deskripsi singkat AWS Mallaby diatas, kira-kira sobat sudah pada tahu belum inti dari artikel mimin kali ini apa? Yes, lagi-lagi nih sobat, temen-temen 45 terpilih sebagai penyaji event sekolah kebangsaan yang diadakan oleh Dispendik Surabaya. Nah bedanya, kali ini temanya berbeda, mengingat sebentar lagi Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November dan Surabaya merupakan salah satu kota membara yang kala itu menjadi saksi bisu perjuangan perang pasca kemerdekaan.

Sebenernya ada apa di Surabaya kala itu?

Kita biasa mengenal dengan Pertempuran 10 Nopember. Gimana kisahnya, simak penjelasan wikipedia berikut.

Pertempuran Surabaya merupakan pertempuran tentara dan milisi pro-kemerdekaan Indonesia dan tentara Britania Raya dan India Britania. Puncaknya terjadi pada tanggal 10 November 1945. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme. Usai pertempuran ini, dukungan rakyat Indonesia dan dunia internasional terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia semakin kuat. 10 November diperingati setiap tahun sebagai Hari Pahlawan di Indonesia.

                    

Ketika pasukan Sekutu mendarat pada akhir Oktober 1945, Surabaya digambarkan sebagai “benteng bersatu yang kuat [di bawah Pemuda]”. Pertempuran pecah pada 30 Oktober setelah komandan pasukan Britania, Brigadir A. W. S. Mallaby tewas dalam baku tembak.[4] Britania melakukan serangan balasan punitif pada 10 November dengan bantuan pesawat tempur. Pasukan kolonial merebut sebagian besar kota dalam tiga hari, pasukan Republik yang minim senjata melawan selama tiga minggu, dan ribuan orang meninggal dunia ketika penduduk kota mengungsi ke pedesaan.

Meskipun kalah dan kehilangan anggota dan persenjataan, pertempuran yang dilancarkan pasukan Republik membangkitkan semangat bangsa Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaannya dan menarik perhatian internasional. Belanda tidak lagi memandang Republik sebagai kumpulan pengacau tanpa dukungan rakyat. Pertempuran ini juga meyakinkan Britania untuk mengambil sikap netral dalam revolusi nasional Indonesia; beberapa tahun kemudian, Britania mendukung perjuangan Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa

source :

https://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Surabaya (diakses pada 06/11/2019 pk. 8.17 a.m)

https://id.wikipedia.org/wiki/Aubertin_Mallaby (diakses pada 06/11/2019 pk. 8.17 a.m)